US Steel Sepakat Dibeli Nippon Steel Corporation Jepang

oleh

Salah satu perusahaan tertua dan paling ikonik di Amerika Serikat, United States Steel Corporation atau US Steel, pada Senin (18/12), setuju untuk dijual ke perusahaan baja terbesar Jepang, Nippon Steel Corporation atau NSC.

US Steel telah dilelang sejak Agustus. Dengan kesepakatan tunai $14,1 miliar, Nippon memberi penawaran tertinggi. Ditambah asumsi seluruh utang US Steel, total kesepakatan itu mencapai $14,9 miliar.

Presiden dan CEO US Steel David B. Burritt dalam siaran pers mengatakan bahwa “NSC memiliki rekam jejak yang baik dalam mengakuisisi, mengoperasikan, dan berinvestasi dalam fasilitas pabrik baja secara global. Kami yakin bahwa, seperti strategi kami, kombinasi ini benar-benar Terbaik untuk Semua.”

Presiden NSC Eiji Hashimoto mengatakan dalam pernyataan, “Kami berharap bisa berkolaborasi erat dengan tim US Steel untuk menyatukan yang terbaik dari perusahaan kita dan maju bersama sebagai ‘Pembuat Baja Terbaik dengan Kemampuan Terdepan di Dunia.’”

Pengumuman kesepakatan itu membuat saham US Steel melonjak di pasar keuangan dengan nilai saham pemegang saham meningkat lebih dari 25%. Selain itu, sebagai bagian dari kesepakatan, NSC akan menjalankan semua kontrak dan perjanjian serikat pekerja US Steel, tetap menggunakan namanya, dan mempertahankan kantor pusatnya di Pittsburgh, Pennsylvania.

Namun, akuisisi belum tuntas. Selain mengatasi penolakan dari 1,2 juta anggota serikat pekerja United Steelworkers di seluruh dunia, Komite Penanaman Modal Asing di Amerika Serikat atau CFIUS akan meninjau kesepakatan itu. CFIUS meninjau transaksi yang melibatkan investasi asing di Amerika Serikat dan potensi dampaknya bagi keamanan nasional.

Perlu 45 hari bagi komite untuk meninjau kesepakatan itu, dan 45 hari lagi untuk menyelidiki. Lalu, presiden akan meninjau selama 15 hari. Artinya, perlu waktu berbulan-bulan sampai diputuskan apakah akuisisi NSC atas US Steel akan disetujui atau ditolak.

VOA bertanya kepada komite kapan penilaian kesepakatan akan dimulai, namun komite menolak berkomentar.

Namun NSC dan US Steel telah menyatakan optimisme bahwa kesepakatan tersebut akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2024.

US Steel yang berusia 122 tahun pernah menjadi perusahaan terbesar dan paling bernilai di dunia, dan merupakan perusahaan pertama yang bernilai lebih dari satu miliar dolar. Namun, setelah mengalami penurunan selama bertahun-tahun, perusahaan itu kini mengalami kesulitan, menurut beberapa kritikus. Penyebabnya? Sebagian besar karena perusahaan tidak mampu memodernisasi proses dan pabrik pembuatan baja. [ka/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com