Serikat Pekerja Otomotif AS Siap Mogok Kerja Jika Tuntutan Tak Dipenuhi Hingga 14 September

oleh

Kepala Serikat Pekerja United Auto Workers (UAW) atau Pekerja Otomotif Bersatu Amerika Serikat, Shawn Fain, pada Rabu (6/9) memperingatkan bahwa pihaknya siap melangsungkan aksi mogok kerja di seluruh pabrik pembuat mobil di Detroit yang tidak memenuhi perjanjian baru yang mereka tuntut, ketika kontrak perjanjian lama habis masa berlakunya pada minggu depan.

Dalam wawancara dengan The Associated Press, Fain menegaskan pernyataan sebelumnya bahwa UAW akan menarget tiga perusahaan pembuat mobil terbesar di Detroit, yaitu General Motors, Ford dan Stellantis (yang sebelumnya dikenal sebagai Fiat-Chrysler), sehingga membuka kesempatan tercapainya satu atau lebih kesepakatan baru.

Pemogokan terhadap tiga perusahaan yang dikenal sebagai “The Detroit Three” dapat menimbulkan kerugian tidak saja pada industri otomotif, tetapi juga seluruh perekonomian di wilayah Midwest, dan pada akhirnya akan membuat harga kendaraan melambung tinggi.

Saat ditanya apakah serikat pekerja pimpinannya akan menyasar perusahaan mana pun yang belum mencapai perjanjian kontrak tentatif saat perjanjian sebelumnya berakhir pada 14 September mendatang, Fain menjawab singkat “rencananya begitu.”

Tuntutan serikat pekerja yang telah disampaikan sejak jauh hari itu mencakup kenaikan gaji sebesar 46%, penurunan jam kerja dari 40 jam per minggu menjadi 32 jam per minggu, pemulihan dana pensiun tradisional dan perwakilan serikat pekerja di pabrik baterai yang baru.

Pada saat yang sama, Fain membuka kesempatan untuk mencegah terjadinya pemogokan. Ia mengakui bahwa UAW harus mencabut sebagian tuntutannya untuk mencapai kesepakatan.

Kontrak kerja dengan ketiga perusahaan pembuat kendaraan itu akan berakhir pada 14 September, pukul 23.59 waktu setempat.

Profir Besar “The Detroit Three”

Dalah satu dekade terakhir, “The Detroit Three,” yang mencakup General Motors, Ford, dan Stellantis, telah muncul sebagai perusahaan-perusahaan otomotif yang membuat keuntungan sangat luar biasa. Selama sepuluh tahun terakhir ini, ketiga perusahaan itu secara kolektif membukukan keuntungan bersih sebesar US$164 miliar. Sebanyak $20 miliar di antaranya tercapai hanya pada tahun 2023 saja. CEO ketiga produsen mobil itu memperoleh kompensasi tahunan bernilai jutaan dolar.

Saat berbicara di hadapan pekerja Ford, di sebuah pabrik di Louisville, Kentucky, pada bulan lalu, Fain mengeluhkan satu standar untuk kelas korporat dan kelas lainnya untuk pekerja.

“Mereka mendapat gaji di luar kendali. Mereka mendapat dana pensiun yang bahkan tidak mereka perlukan. Mereka mendapat layanan kesehatan terbaik. Mereka bekerja sesuai jadwal yang mereka inginkan. Sementara anggota serikat kita tidak mendapatkan pensiun, layanan kesehatan di bawah standar dan tidak pernah bisa bekerja dari jarak jauh. Ini gila,” ujarnya.

Menurut Anderson Economic Group, jika pemogokan berlangsung selama 10 hari saja, maka tiga produsen mobil itu akan menderita kerugian hampir $1 miliar.

Saat pekerja UAWa melakukanksi mogok kerja selama 40 hari pada tahun 2019 lalu, General Motors saja menderita kerugian sebesar $3,6 miliar. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com