Serikat Pekerja Chevron Australia Rencanakan Pemogokan 2 Minggu

oleh

Para pekerja di proyek gas alam cair (LNG) Gorgon dan Wheatstone milik Chevron di Australia merencanakan pemogokan total selama dua minggu mulai 14 September, kata aliansi serikat pekerjanya, Selasa (5/9), menyusul perselisihan yang meningkat terkait gaji dan kondisi kerja.

Australia adalah eksportir LNG terbesar di dunia dan perselisihan yang sedang berlangsung telah memicu volatilitas di pasar gas alam, karena para pedagang khawatir akan risiko gangguan jangka panjang.

Keputusan mogok kerja ini diambil di tengah pembicaraan mediasi yang diselenggarakan oleh Fair Work Commission, arbiter industri Australia, yang dimulai pada hari Senin dan dijadwalkan berlangsung setiap hari pada minggu ini.

“Aliansi Lepas Pantai meningkatkan aksi ini untuk menunjukkan bahwa perundingan tawar-menawar kita masih jauh dari penyelesaian,” kata aliansi serikat pekerja tersebut dalam sebuah postingan di Facebook.

Chevron tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Aksi buruh yang berkepanjangan ini dapat mengganggu ekspor LNG dan kemungkinan meningkatkan persaingan untuk bahan bakar super dingin itu.

Langkah terbaru yang dilakukan serikat pekerja ini bisa menjadi tanda bahwa perundingan mediasi tidak “berjalan dengan baik,” kata ING, lembaga keuangan global yang berbasis di Belanda.

Harga gas di Belanda dan Inggris beragam pada hari Senin karena tingkat penyimpanan yang tinggi menekan volatilitas harga jangka pendek, meskipun para analis mengatakan gangguan apa pun pada ekspor LNG Australia dapat mempersulit rantai pasokan.

Wheatstone dan Gorgon memiliki kapasitas yang bisa memenuhi hingga setengah dari total konsumsi gas Australia Barat, dan pada hari Selasa aliansi serikat pekerjanya mengatakan beberapa staf telah menawarkan diri untuk bekerja selama pemogokan guna membantu memperbaiki kilang-kilang gas domestik di Wheatstone.

Fasilitas pemrosesan Wheatstone terdiri dari dua kilang LNG, atau unit pencairan, dan satu kilang gas domestik. Aliansi serikat pekerja hanya menawarkan untuk bekerja di fasilitas yang disebutkan terakhir selama pemogokan. [ab/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com