Selagi Nilai Jual Masih Tinggi, TikTok Perlu Manfaatkan Situasi

oleh

Pemilik media sosial di China seharusnya memanfaatkan situasi buruk terkait dilarangnya TikTok di AS, dengan menjual aplikasi itu selagi nilai jualnya masih tinggi.

Penjualan aplikasi TikTok lebih masuk akal, jika anggota kongres AS memaksa TikTok dijual AS, maka pasar Barat lainnya akan terdorong untuk melakukan hal yang sama.

Menemukan pembeli untuk TikTok, salah satu aplikasi terlaris di dunia, seharusnya tidak menjadi masalah, bahkan dengan memasang harga yang bisa mencapai ratusan miliar dolar.

Akhir pekan lalu, Wall Street Journal melaporkan, Bobby Kotick, mantan CEO perusahaan video game Activision Blizzard berminat membentuk koalisi pembeli dan mendekati salah satu pendiri ByteDance, Zhang Yiming, untuk menyampaikan gagasannya.

Perusahaan dengan cepat menyangkal laporan itu, namun tidaklah bijak jika tidak mempertimbangkan opsi itu dengan segera. Bahkan penutupan singkat TikTok akan berdampak buruk terhadap nilainya. Ada loyalitas kuat terhadap TikTok dari penggunanya yang mencapai 170 juta di AS saja.

Namun pada Festival South by Southwest di Texas pekan ini, tampak jelas meskipun lenyapnya TikTok akan sangat terasa, pembuat media sosial adalah kelompok yang mudah beradaptasi dan siap mengalihkan perhatian mereka ke platform pesaingnya seperti YouTube Shorts dan Instagram Reels dari Meta Platforms Inc., di mana sudah mulai banyak dimanfaatkan penggunanya. [ps/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com