Sejumlah Anggota OPEC+ Sepakat Perpanjang Pemangkasan Produksi Sukarela

oleh

Sejumlah sumber mengatakan beberapa anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan produsen non-OPEC atau disebut OPEC+ pada Minggu (3/3) sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela hingga kuartal kedua, kata sejumlah sumber. Tindakan tersebut memberikan sokongan tambahan kepada pasar di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Pada November, OPEC+ menyetujui pemotongan sukarela sekitar 2,2 juta barel per hari untuk kuartal pertama. Langkah tersebut dipimpin oleh Arab Saudi yang kemudian terus memangkas produksinya secara sukarela.

OPEC+ telah menerapkan serangkaian pengurangan produksi sejak akhir 2022 untuk memberikan dukungan kepada pasar, terutama menghadapi peningkatan produksi dari Amerika Serikat (AS) dan produsen non-anggota OPEC+ lainnya. Hal tersebut juga terkait dengan kekhawatiran atas permintaan, terutama saat negara-negara besar berurusan dengan suku bunga yang tinggi.

Kantor pusat OPEC di Wina, Austria, 30 November 2023. (Foto: Reuters)

Peningkatan ketegangan geopolitik akibat serangan dari kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap kegiatan pelayaran di Laut Merah memberikan dukungan bagi harga minyak. Meskipun demikian, kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan tingginya suku bunga masih menjadi beban. Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Mei ditutup $1,64 lebih tinggi, atau naik 2 persen, menjadi $83,55 per barel pada Jumat (1/3).

Ssejumlah sumber mengatakan kepada Reuters pada pekan lalu bahwa OPEC+ akan mempertimbangkan untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak hingga kuartal kedua. Salah satu sumber mengatakan hal itu “mungkin terjadi”.

Negara-negara anggota OPEC+ mengumumkan pengurangan produksinya satu per satu.

Kuwait mengatakan akan memangkas produksi minyaknya sebesar 135.000 barel per hari hingga Juni, sedangkan Aljazair akan memangkas produksinya sebesar 51.000 barel per hari. Oman mengatakan akan membatasi produksi sebesar 42.000 barel per hari.

Perkiraan permintaan minyak untuk tahun ini masih belum pasti. OPEC memperkirakan pertumbuhan permintaan yang cukup kuat sebesar 2,25 juta barel per hari, didominasi oleh pasar Asia. Namun, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperkirakan pertumbuhan yang lebih lambat sekitar 1,22 juta barel per hari. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com