Rusia Hindari Sanksi dengan Mengoperasikan Tanker Bayangan 

oleh

Terdapat “semakin banyak bukti” bahwa Rusia menggunakan “armada tanker bayangan” untuk menghindari pembatasan harga minyak oleh Barat, sebuah komite pengawas yang terdiri dari anggota parlemen Inggris memberi peringatan itu pada Rabu (31/1).

Dengan argumen bahwa Inggris dan sekutunya harus mempertahankan sanksi dan dukungan militer untuk Ukraina “selama diperlukan,” panel dari Majelis Tinggi Parlemen yang tanpa proses pemilihan, mendesak mereka untuk mengambil “tindakan tegas” mengenai masalah ini.

Ini terjadi lebih dari setahun setelah G7, Uni Eropa dan Australia memberlakukan batasan harga minyak Rusia, yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan harapan akan membuat Presiden Vladimir Putin mengalami kekurangan pendapatan yang sangat dibutuhkannya, sambil memastikan dia tetap memasok pasar global.

Upaya ini pada awalnya berhasil, namun batasan harga minyak Rusia sebesar US$60 per barel kehilangan dampaknya, setelah Moskow menemukan pembeli baru dan kapal tanker baru untuk mengirimkan ekspornya.

Penilaian yang baru-baru ini dilakukan menunjukkan bahwa Moskow telah mengurangi ketergantungannya pada layanan pengiriman kapal dari Barat dan menghindari hambatan tersebut dengan membangun armada kapal tanker bayangan, dan membeli kapal-kapal tua, sambil menawarkan layanan asuransinya sendiri.

“Kami prihatin dengan semakin banyaknya bukti bahwa Rusia telah mampu menghindari sanksi, termasuk melalui negara ketiga dan armada kapal tanker bayangan yang tidak diasuransikan,” kata Komite Urusan Eropa dalam sebuah laporan baru.

“Ini adalah masalah yang memerlukan tindakan tegas dari Inggris dan sekutunya,” tambahnya, dan mendesak pemerintah untuk merinci “contoh spesifik” tindakan penegakan hukum.

Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Uni Eropa, negara-negara anggota G7 dan Australia dilarang menyediakan layanan yang memungkinkan transportasi laut, seperti asuransi dan minyak di atas harga tersebut.

Sekolah Ekonomi Kyiv (KSE), adalah lembaga terbaru yang menyoroti sejauh mana Rusia kini mampu mengatasi mekanisme tersebut.

Dalam laporan bulan Desembernya yang berjudul “Pelacak Minyak Rusia” dan dirilis awal bulan ini, diperkirakan “179 kapal tanker armada bayangan Rusia dengan muatannya, meninggalkan pelabuhan Rusia pada November 2023”.

Sekitar 70 persen kapal tersebut dibuat lebih dari 15 tahun yang lalu, katanya.

Pada Oktober 2023, armada bayangan bertanggung jawab atas ekspor sekitar 2,3 juta barel per hari minyak mentah dan 800 ribu barel per hari produk minyak bumi, menurut Sekolah Ekonomi Kyiv. [ns/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com