Presiden Swiss Berjanji Atasi Kesulitan akibat Perang Ukraina 

oleh

Presiden baru Swiss Alain Berset berjanji untuk mengalihkan salah satu ekonomi penting Eropa dari inflasi dan krisis energi yang dipicu oleh perang di Ukraina, saat ia mulai menjabat pada hari Minggu (1/1).

Berset, 50 tahun, memulai masa jabatan satu tahunnya dengan mengakui para pejabat pemerintah berbeda pendapat tetapi mereka mengatakan akan bekerja sama untuk mengatasi tantangan negara pegunungan Alpen itu.

“Tahun baru telah dimulai. Dan kita memulainya dengan ketidaksabaran, kegembiraan, dan juga sedikit cemas, karena masa sulit akhir-akhir ini,” kata Berset dalam pidato Tahun Baru di Museum Nasional Swiss di Zurich.

“Pertama ada pandemi, yang terjadi dengan banyak penderitaan dan kesulitan sehari-hari di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan saat libur. Dan sekarang ada perang di Eropa yang juga berdampak kuat pada kehidupan kita sehari-hari, baik dalam hal energi maupun inflasi,” ujarnya.

Namun, ia mengatakan bahwa “tahun-tahun krisis” telah menunjukkan bahwa Swiss bisa beradaptasi dan lembaga-lembaga serta keuangan publiknya solid.

“Masalah-masalah yang dihadapi orang lain, cepat atau lambat akan menjadi masalah kita,” kata Berset.

“Tetapi banyak dari kita, di Swiss dan di seluruh dunia, ingin menghadapinya. Cukup banyak di antara kita yang tetap optimistis dan menatap masa depan dengan percaya diri.” [my/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com