Presiden Argentina Pastikan akan Tetap Memerintah ‘Dengan atau Tanpa’ Dukungan Politik

oleh

Presiden Argentina Javier Milei yang beraliran libertarianisme, mengatakan bahwa ia akan tetap mendorong paket reformasi ekonominya, terlepas dari apakah legislator mendukungnya atau tidak. Milei mengungkapkan hal itu dalam pidato kebijakan pertamanya di depan parlemen pada Jumat (1/3).

“Kita akan mengubah negara ini untuk selamanya… dengan atau tanpa dukungan para pemimpin politik, dengan seluruh sumber daya hukum yang dimiliki eksekutif,” kata Milei kepada anggota parlemen, yang telah menunda proyek deregulasi dan pemotongan anggarannya.

“Jika Anda mencari konflik, Anda akan mengalami konflik,” katanya kepada mereka.

Milei menyampaikan ikhtisar pencapaian selama 82 hari pertama menjabat sebagai presiden. Sejumlah kebijakan tersebut di antaranya mendevaluasi peso lebih dari 50 persen, memangkas subsidi negara untuk bahan bakar dan transportasi, memangkas puluhan ribu pekerjaan di layanan publik, dan menghapus ratusan peraturan dalam upayanya untuk melakukan deregulasi ekonomi.

“Saya mohon kesabaran dan kepercayaannya,” kata Milei. “Perlu waktu sebelum kita dapat melihat hasil dari reorganisasi ekonomi dan reformasi yang kita terapkan.”

Banyak dari rencana reformasinya menghadapi tantangan di pengadilan. Terdapat lebih dari 60 tuntutan hukum yang diajukan oleh serikat pekerja, kamar dagang dan lembaga swadaya masyarakat (LSM,) sementara protes besar-besaran dari warga yang khawatir rencana Milei akan membuat mereka semakin miskin terus mewarnai Argentina.

“Kami belum melihat seluruh dampak bencana yang kami alami, tetapi kami yakin bahwa kami berada di jalur yang benar, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kami mengatasi masalah ini berdasarkan penyebabnya: defisit fiskal, dan bukan karena gejalanya,” kata Milei.

Dalam beberapa minggu terakhir, Milei telah menghubungi para gubernur provinsi yang berpengaruh, pemimpin partai, dan mantan presiden untuk membuat “kontrak sosial baru” bagi negara tersebut, berdasarkan sepuluh prinsip. Prinsip tersebut termasuk anggaran berimbang yang “tidak dapat dinegosiasikan”, dan kepemilikan pribadi yang “tidak dapat diganggu gugat”, dan belanja publik dikurangi ke tingkat “historis” sebesar 25 persen PDB.

Masyarakat berunjuk rasa di luar Kongres saat pemogokan nasional menentang reformasi ekonomi dan ketenagakerjaan yang diusulkan oleh Presiden Argentina Javier Milei, di Buenos Aires, Argentina, Rabu, 24 Januari 2024. (Foto: AP)

Salah Urus

Dihadapkan pada keengganan parlemen, Milei menghapus hampir setengah dari 664 pasal awal dalam tindakan deregulasi yang dikeluarkan setelah ia menjabat, kemudian mencabut seluruh pasal tersebut.

Namun presiden berjanji untuk mengembalikan rancangan undang-undang tersebut ke parlemen. Dan dia mengancam akan meloloskan reformasinya melalui keputusan presiden jika anggota parlemen tidak sejalan.

Argentina sedang menghadapi tantangan ekonomi yang parah setelah beberapa dekade menerapkan sejumlah kebijakan yang menaikkan tingkat kemiskinan hingga mendekati 60 persen dan mengakibatkan inflasi mencapai lebih dari 200 persen per tahun.

Milei, orang luar politik berusia 53 tahun, meraih kemenangan gemilang dalam pemilu tahun lalu di tengah gelombang kemarahan atas krisis keuangan yang ditandai dengan merajalelanya pencetakan uang dan defisit fiskal.

Pemerintah mengklaim beberapa perubahan yang dilakukan Milei membuahkan hasil: Pada Januari, Argentina melaporkan surplus anggaran bulanan pertamanya dalam 12 tahun dan meningkatkan cadangan mata uang asing dari $21 miliar menjadi $27 miliar.

Namun ketika inflasi tahunan terus meningkat, masyarakat miskin sangat terpukul karena Milei juga mencabut subsidi transportasi dan energi serta membekukan bantuan untuk 38.000 dapur umum sambil menunggu audit.

Milei menegaskan Argentina harus menelan pil pahit untuk menyelamatkan perekonomian, dan telah memperingatkan masyarakatnya untuk mempersiapkan diri menghadapi keadaan yang semakin buruk sebelum menjadi lebih baik. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com