Pertumbuhan Penjualan Selama Musim Liburan AS Diperkirakan Sebesar 3,1% 

oleh

Data belanja awal menunjukkan bahwa penjualan selama musim liburan di AS meningkat 3,1 persen dibandingkan periode tahun lalu, peningkatan yang kuat namun tidak spektakuler, yang mencerminkan sikap beragam terhadap perekonomian.

Angka-angka yang dipaparkan oleh Mastercard ExpingPulse dan dirilis pada hari Selasa (26/12) itu menunjukkan bahwa pakaian dan restoran merupakan salah satu sektor yang belanjanya lebih kuat pada periode antara 1 November hingga 24 Desember, sementara barang elektronik dan perhiasan mengalami penurunan.

Data Mastercard tersebut menempatkan kinerja belanja musim liburan AS sejalan dengan perkiraan National Retail Federation, yang menggambarkan konsumen didukung oleh pasar pekerjaan yang kuat namun diterpa oleh periode inflasi yang panjang dan dampak dari suku bunga pinjaman yang lebih tinggi.

Menurut data NRF pertumbuhan penjualan musim liburan tahun ini berada di bawah kenaikan penjualan musim liburan tahun 2022 sebesar 5,3 persen dan jauh di bawah angka tahun 2021 sebesar 14,1 persen.

FILE – Kartu kredit di Orlando, Florida, 1 Juli 2021. Lonjakan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya pinjaman konsumen dan bisnis, termasuk hipotek, pinjaman mobil, dan utang kartu kredit, dan dapat memperburuk keuangan pemerintah federal. (AP/John Raoux, File)

“Musim liburan ini, konsumen berbelanja secara hati-hati,” kata Michelle Meyer, kepala ekonom di Mastercard Economics Institute.

“Perekonomian masih tetap diharapkan akan menciptakan lapangan kerja yang sehat dan tekanan inflasi berkurang, sehingga mendorong konsumen untuk mencari barang dan pengalaman yang paling mereka hargai,” imbuhnya.

Data Mastercard tidak memperhitungkan inflasi yang oleh Departemen Perdagangan AS diperkirakan sebesar 2,6 persen untuk November 2023 dibandingkan periode 2022.

Pertumbuhan penjualan, meski “kuat”, mencerminkan “laju pertumbuhan yang relatif sedikit,” kata analis ritel Neil Saunders dari GlobalData.

“Setelah inflasi dimasukkan dalam faktor, ada beberapa pertumbuhan volume yang mendasarinya, namun secara signifikan lebih rendah dari perkiraaan sebelumnya,” kata Saunders melalui email kepada kantor berita AFP.

“Meskipun demikian, mengingat kenaikan penting dalam penjualan musim liburan selama beberapa tahun terakhir dan tekanan pada pembiayaan konsumen saat ini, tingkat pertumbuhan ini bisa dianggap sebagai suatu kemenangan bagi konsumen.” [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com