Pengiriman Peti Kemas di Laut Merah Turun 30%

oleh

Pengiriman peti kemas atau kontainer melalui Laut Merah telah menurun hampir sepertiganya pada tahun ini karena serangan pemberontak Houthi di Yaman terus berlanjut, kata Dana Moneter Internasional (IMF), Rabu (31/1).

“Pengiriman peti kemas… telah turun hampir 30 persen,” kata Jihad Azour, direktur departemen Timur Tengah dan Asia Tengah IMF, seraya menambahkan bahwa “penurunan dalam perdagangan semakin cepat pada awal tahun ini.”

Kelompok Houthi yang didukung Iran telah melancarkan lebih dari 30 serangan terhadap kapal komersial dan kapal-kapal angkatan laut sejak 19 November, kata Pentagon, Selasa (30/1).

Para pemberontak mengatakan serangan itu merupakan bentuk solidaritas terhadap Palestina dan sebagai protes atas perang Israel-Hamas yang berkecamuk di Jalur Gaza sejak Oktober.

Platform PortWatch IMF menunjukkan bahwa total volume transit, mencakup tidak hanya peti kemas melalui Terusan Suez turun 37 persen tahun ini hingga 16 Januari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kanal ini menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania.

Serangan Houthi telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran untuk memutar arah di sekitar Afrika bagian selatan untuk menghindari Laut Merah, rute penting yang biasanya membawa sekitar 12 persen perdagangan global, demikian menurut Kamar Pengiriman Melalui Laut Internasional.

“Tingkat ketidakpastian sangat tinggi dan perkembangannya akan menentukan sejauh mana perubahan dan pergeseran pola perdagangan baik dari segi volume maupun keberlanjutan,” kata Azour kepada wartawan dalam pengarahan online.

“Apakah kita berada di ambang perubahan besar dalam jalur perdagangan atau hanya bersifat sementara karena meningkatnya biaya dan memburuknya biaya keamanan?,” sebutnya.

Amerika memimpin koalisi untuk melindungi pelayaran Laut Merah, dan berupaya menerapkan tekanan diplomatik dan finansial dengan menetapkan kembali kelompok Houthi sebagai kelompok “teroris”. Laut Merah sangat penting bagi perdagangan Eropa.

Pekan lalu komisaris perdagangan Uni Eropa mengatakan lalu lintas maritim melalui rute pelayaran Laut Merah telah turun sebesar 22 persen dalam sebulan karena serangan pemberontak.

Uni Eropa mendorong peluncuran misi angkatan lautnya sendiri di Laut Merah untuk membantu melindungi pelayaran internasional.

Negara-negara Uni Eropa telah memberikan dukungan awal terhadap rencana tersebut hendak menyelesaikannya melalui pertemuan para menteri luar negeri blok tersebut pada 19 Februari.

Amerika dan Inggris telah melancarkan serangan berulang kali terhadap kemampuan Houthi di Yaman, namun sejauh ini pemberontak masih terus bisa menyerang kapal-kapal. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com