Pakistan dan IMF Terlibat Negosiasi Alot Soal Bantuan Ekonomi

oleh

Para pejabat Pakistan dan delegasi dari lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang sedang berkunjung ke negara tersebut, terlibat dalam perundingan alot pekan ini untuk mencari kesepakatan pada Kamis (9/2) mengenai pinjaman untuk menyelamatkan negara yang tengah dilanda masalah keuangan itu dan agar menghindari kondisi gagal bayar.

Para pengamat mengatakan, krisis keuangan ditambah dengan ketidakstabilan politik dan meningkatnya ancaman teroris, memicu kondisi yang menyebabkan pengambilalihan militer berulang kali pada masa lalu.

Delegasi IMF berada di Islamabad sejak 31 Januari lalu, namun mereka masih belum mencapai kesepakatan dengan para pejabat Pakistan tentang berapa banyak uang yang dibutuhkan oleh negara itu untuk menghindari gagal bayar atas kewajiban pembayaran eksternal, demikian laporan kantor berita Reuters pada Senin (6/2).

Pakistan hanya mempunyai cadangan dana sebesar $3,5 miliar, namun jumlah utang dan bunga yang harus dibayar melebihi $9 miliar. Utang tersebut harus dibayarkan dalam beberapa bulan ke depan. Inflasi di Pakistan meroket melampaui 25 persen dalam beberapa bulan terakhir dan nilai mata uang negara itu turun ke nilai terendah dalam sejarah. Utang Pakistan yang mengejutkan sebesar $14,5 miliar di sektor energi juga menjadi masalah lain yang diperdebatkan dalam pembicaraan dengan delegasi IMF tersebut.

“Pakistan berada di ambang keruntuhan ekonomi,” kata John Ciorciari, profesor penelitian dan keterlibatan kebijakan di University of Michigan.

Mantan menteri keuangan Pakistan, Miftah Ismail, menyarankan agar kombinasi antara negara dan institusi dapat turun tangan untuk menjaga agar Pakistan tetap mampu membayar utangnya. [ps/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com