Omzet Melonjak selama Natal, Supermarket di Inggris Raup Untung 

oleh

Tiga supermarket besar Inggris telah melaporkan hasil perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan selama Natal.

Banyak keluarga berkumpul dalam jumlah yang lebih besar setelah pembatasan terkait pandemi virus corona selama dua tahun terakhir. Mereka juga lebih memilih mengadakan jamuan di rumah daripada di luar untuk menghemat uang.

Pada hari Kamis (12/1), Tesco bertahan dengan panduan laba setahun penuhnya, setelah melaporkan penjualan yang lebih kuat dari perkiraan selama Natal.

Grup supermarket itu mengatakan penjualan naik 7,2% selama enam minggu hingga 7 Januari.

Grup supermarket nomor dua di Inggris, Sainsbury’s, melaporkan kenaikan 5,9% dalam penjualan untuk kuartal Natal, dan meningkatkan panduan labanya.

Supermarket Aldi dan Lidl juga melaporkan penjualan besar di Inggris selama periode tersebut.

Outlet besar lainnya – Marks and Spencer – mengungkapkan penjualan yang kuat pada hari Kamis (12/1).

Tingginya permintaan kalkun mendongkrak angka penjualannya ke tingkat paling tinggi yang pernah tercatat dalam pasar makanan, dengan peningkatan penjualan makanan sejenis sebesar 6,3%.

Penjualan pakaian dan rumah naik 8,6%.

Meskipun Natal mungkin membawa keceriaan bagi supermarket, mereka masih berhati-hati menghadapi tahun ini. Inflasi di Inggris naik hingga hampir 11% dan Tesco mengatakan angka itu mungkin belum mencapai puncaknya. [lt/rd]

Sumber: www.voaindonesia.com