Negara-negara ‘Harus’ Perkuat Independensi Bank Sentral

oleh

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF Kristalina Georgieva pada Kamis (21/3) mengimbau negara untuk “menjaga dan memperkuat” independensi bank sentral guna menjamin stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak negara di dunia telah meningkatkan otonomi bank sentral, menugaskan mereka untuk memerangi inflasi dan memulihkan kestabilan harga.

Tindakan-tindakan ini terbukti penting bagi keberhasilan banyak negara baru-baru ini dalam memerangi lonjakan inflasi pascapandemi di seluruh dunia, tulis Georgieva dalam sebuah postingan blog yang diterbitkan pada Kamis (21/3).

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva berbicara pada konferensi pers, pada Pertemuan Musim Semi Bank Dunia/IMF di kantor pusat IMF di Washington, Jumat, 14 April 2023. (Foto: AP)

“Independensi bank sentral penting bagi stabilitas harga – dan stabilitas harga penting bagi pertumbuhan jangka panjang yang konsisten,” katanya.

“Stabilitas keuangan bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan dan mengurangi risiko bank sentral enggan menaikkan suku bunga karena takut menyebabkan krisis keuangan,” tambahnya.

Georgieva membandingkan masa sejak pandemi COVID-19 dengan periode inflasi tinggi pada 1970-an. Ia berpendapat bahwa ketika itu bank sentral tidak independen sehingga politisi seringkali terdorong untuk mengambil langkah-langkah yang merusak stabilitas harga.

“Ketika bank sentral dan pemerintah memainkan perannya masing-masing, kita melihat pengendalian inflasi yang lebih baik, hasil pertumbuhan dan lapangan kerja yang lebih baik, serta risiko stabilitas keuangan yang lebih rendah,” katanya.

“Dengan taruhan yang begitu besar, kita harus menjaga dan memperkuat independensi bank sentral,” tambahnya. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com