Krisis Sektor ‘Shadow Banking” China Mengarah pada Kegagalan

oleh

Sebuah krisis yang semakin besar dalam sektor “shadow banking” mengancam akan semakin merusak ekonomi yang sudah digoncang berbagai masalah, bahkan sebuah laporan baru mempertanyakan kemampuan pemerintah di Beijing untuk melakukan penyelamatan lewat stimulus fiskal.

Pada Rabu (30/8), Bloomberg News melaporkan pihak berwenang China menugaskan Citic Trust Co., sebuah cabang dari bank pemerintah China Construction Bank, untuk mengkaji keadaan dari Zhongrong International Trust Co. Ketika Citic ditugaskan untuk membuat kajian serupa terhadap sebuah perusahaan pengelola aset besar pada 2021, kondisi tersebut merupakan awalan dari sebuah paket penyelamatan besar-besaran untuk mencegah keambrukan perusahaan itu.

Zhongrong adalah pemain besar dalam industri jasa trust di China, yang nilainya mencapai $2,9 triliun, dan merupakan cabang dari Zhongzhi Enterprise Group. Zhongrong memegang aset investor senilai $90 miliar, dan pada awal bulan ini gagal membayar berbagai alat investasi, sehingga memicu keprihatinan akan kemampuannya.

Keprihatinan akan kondisi finansial sektor trust China muncul pada saat Beijing sedang berjuang untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

Di saat para ekonom berspekulasi bahwa kebutuhan akan sebuah paket stimulus fiskal mungkin perlu diberikan, sebuah analisis baru oleh Rhodium Group yang berbasis di AS, yang memiliki kepakaran tentang ekonomi China, menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah pusat untuk mengatasi krisis yang muncul mungkin lebih terbatas dari yang banyak orang perkirakan.

Istilah “shadow banking” mengacu pada sebuah sektor pada perekonomian China yang menyalurkan uang ke sejumlah bentuk investasi di seluruh sektor ekonomi dan berada di luar dari aliran tradisional pinjaman bank.

Perusahaan pada sektor tersbeut cukup terkenal di China. Di negara dengan nilai bunga resmi pada simpanan bank kurang dari 1,5 persen, selama bertahun-tahun perusahaan pengelolaan (trust) telah menawarkan kepada para investor di China keuntungan yang besar dibanding mennyimpan uang mereka di bank. Pada banyak kasus, perusahaan trust juga menawarkan jaminan bahwa modal yang ditanam para investor akan tetap aman. [jm/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com