Kemenangan Mengejutkan Sergio Massa di Argentina Bawa Kabar Baik Bagi China

oleh

Tidak ada kandidat yang berhasil meraish suara mayoritas dalam pemilihan presiden Argentina baru-baru ini, tetapi para analis mengatakan Sergio Massa, kandidat terrdepan yang tampil dengan perolehan suara mengejutkan, kemungkinan besar akan memastikan bahwa hubungan yang kuat antara Argentina dan China akan terus berlanjut.

Setelah menempati posisi ketiga dalam pemilihan pendahuluan pada bulan Agustus lalu, Massa, yang merupakan kandidat dari koalisi Peronis yang berkuasa dan Menteri Perekonomian saat ini, meraih hampir 37% suara pada akhir pekan lalu. Ia mengalahkan dua pesaing lainnya di mana kedua kandidat tersebut mempertanyakan hubungan negara mereka dengan Beijing.

Perekonomian Argentina yang terpukul menjadi fokus utama pemilu presiden di negara yang telah mengalami peningkatan kemiskinan dan lonjakan inflasi hingga tiga digit di bawah pengawasan Massa dan para pejabat pemerintah lainnya. Jika Massa memenangkan pemilihan bulan depan, para analis mengatakan tidak mungkin rencana ekonomi dan strategi China yang ambisius bagi Argentina akan mendapatkan pengawasan yang diinginkan oleh sebagian pihak.

Sementara itu, Javier Milei, yang berada di posisi kedua perolehan suara, merupakan penantang anti-kemapanan yang dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada bulan Agustus lalu menyebut China sebagai “pembunuh.” Milei bertekad untuk membekukan hubungan dengan Beijing, jika terpilih nanti.

Peringkat ketiga direbut oleh mantan Menteri Keamanan Patricia Bullrich, seorang konservatif arus utama yang sebelum pemungutan suara mengatakan kepada Financial Times bahwa ia ingin meninjau kembali hubungan negaranya dengan China.

Bullrich kini sudah keluar dari pertarungan itu, sementara Milei dan Massa akan maju ke putaran kedua pada 19 November mendatang. [em/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com