Kanselir Jerman Olaf Scholz Janji Perbaiki Krisis Anggaran Saat Perekonomian Sulit  

oleh

Kanselir Jerman Olaf Scholz, Selasa (28/11) mengatakan pemerintahnya akan bekerja “secepat mungkin” untuk menyelesaikan krisis anggaran, namun ia hanya memberikan sedikit rincian tentang bagaimana ia akan mencapai tujuannya untuk mempromosikan energi bersih setelah keputusan pengadilan membatalkan pendanaannya miliaran dolar.

Ketika perekonomiannya sedang mengalami kesulitan, Jerman kini berupaya untuk mengisi kesenjangan dalam pengeluaran dengan menyisihkan proyek-proyek energi terbarukan dan bantuan bagi perusahaan-perusahaan dan konsumen yang menghadapi tagihan listrik yang tinggi akibat perang Rusia di Ukraina.

Kebijakan pemotongan ini bisa semakin memperlambat perekonomian negara ekonomi besar dengan kinerja terburuk di dunia.

Masyarakat Jerman “membutuhkan kejelasan di masa-masa sulit,” kata Scholz dalam pidatonya di depan parlemen, seraya menambahkan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan tujuan apa pun, yang juga mencakup promosi investasi di pabrik chip komputer dan baterai untuk mobil listrik guna memodernisasi perekonomian.

Rincian mengenai apa yang bisa dipangkas untuk tahun depan masih belum jelas.

Selain itu, solusi jangka panjang bisa memakan waktu bertahun-tahun, mungkin hingga pemilu nasional berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 2025.

Ini karena batasan hukum yang ketat terhadap pinjaman yang disebutkan dalam keputusan pengadilan tanggal 15 November sudah ditetapkan dalam konstitusi Jerman, dan diperlukan dua pertiga mayoritas di parlemen untuk melunakkannya.

Para ekonom mengatakan pemotongan anggaran hanya akan menambah tantangan yang dihadapi negara dengan perekonomian terbesar di Eropa ini setelah Rusia menghentikan pasokan gas alam murah yang digunakan untuk bahan bakar pabrik-pabriknya. Kebijakan Rusia ini telah menekan dunia usaha dan menaikkan biaya hidup rumah tangga yang membayar lebih untuk energi.

Mahkamah Konstitusi Jerman telah membatalkan anggaran sekitar 60 miliar euro ($65 miliar) untuk tahun ini dan tahun depan.

MK mengatakan pemerintah tidak dapat mengalihkan dana yang tidak terpakai yang dimaksudkan untuk bantuan COVID-19 guna meningkatkan proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya, membantu tagihan energi, dan mendorong investasi dalam produksi chip komputer.

Konstitusi Jerman juga membatasi defisit sebesar 0,35 persen dari output perekonomian, meskipun pemerintah dapat melampaui defisit tersebut jika tidak terjadi keadaan darurat, seperti pandemi. Sebagian dari pengeluaran yang tidak diperbolehkan, telah digunakan tahun ini.

Untuk mematuhi keputusan tersebut, pemerintah mengubah anggaran tahun 2023 dengan mengumumkan keadaan darurat, dengan alasan terhentinya pasokan gas alam di Rusia dan harga energi yang lebih tinggi.

Pertanyaannya sekarang adalah anggaran tahun depan.

Menurut Holger Schmieding, kepala ekonom di bank Berenberg, pemerintah Jerman harus berusaha keras untuk menutupi kekurangan sekitar 30 miliar hingga 40 miliar euro, ditambah 20 miliar hingga 30 miliar euro untuk tahun 2025, dibandingkan dengan rencana sebelumnya. Sebagian pengeluaran dapat dialihkan ke kemitraan publik-swasta atau diambil alih oleh bank pembangunan negara.

Tapi upaya hanya hanya bisa sejauh itu. Pada akhirnya, pengeluaran dapat dikurangi sebanyak 0,5% persen dari output ekonomi tahunan untuk dua tahun anggaran berikutnya, kata Schmieding. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com