Jutaan Warga Suriah akan Kehilangan Bantuan Pangan

oleh

Program Pangan Dunia(WFP) mengatakan, pada Senin (27/2), bahwa tanpa suntikan dana mendesak sebesar $450 juta, program tersebut tidak akan bisa mempertahankan bantuan pangan darurat tahun ini di Suriah, termasuk bagi orang-orang yang terdampak gempa baru-baru ini.

“Tanpa sumber daya yang cukup, kami harus melakukan pemotongan,” kata Wakil Direktur WFP untuk Suriah Ross Smith. Dia mengatakan kepada wartawan dalam pengarahan video dari Damaskus bahwa WFP memproyeksikan mereka harus memotong 50-60 persen dari 5,5 juta warga Suriah yang mereka bantu setiap bulan jika mereka tidak yakin akan tersedianya dana dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Akibat perang saudara selama belasan tahun, lebih dari 12 juta orang mengalami rawan pangan di Suriah dan tiga juta lainnya terancam. Krisis ekonomi yang meningkat dalam tiga tahun terakhir telah menyeret lebih banyak warga Suriah ke dalam kemiskinan.

Gempa pada 6 Februari lalu, yang menewaskan sedikitnya 5.900 orang dan melukai ribuan lainnya di Suriah, hanya menambah penderitaan dan menambah respons kemanusiaan yang kompleks.

WFP sudah hadir di seluruh Suriah dan memiliki persediaan di gudang dan bisa menjangkau orang-orang segera setelah gempa terjadi. Sejak gempa, kata Smith, WFP telah menyediakan makanan siap saji dan ransum lainnya untuk 1,5 juta warga Suriah di daerah yang terdampak gempa – baik di daerah yang dikuasai pemerintah maupun yang dikuasai oposisi.

Pada 13 Februari, pemerintah Presiden Bashar al-Assad setuju untuk sementara membuka dua penyeberangan perbatasan tambahan dari Turki ke Suriah guna membantu badan-badan kemanusiaan mempercepat pasokan ke daerah-daerah yang paling terimbas. Sejak itu, kata Smith, WFP menggunakannya, dan bersama satu titik penyeberangan yang ada, lebih dari 400 truk bantuan telah menyeberang, termasuk setidaknya 190 dari WFP. [ka/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com