Jepang Berlakukan Larangan Ekspor Microchip, China Berang

oleh

Jepang telah mendaftarkan 23 jenis teknologi semikonduktor yang kini tunduk pada pembatasan ekspor. Hal ini mencakup piranti manufaktur microchip canggih, mulai dari mesin-mesin yang menyimpan film di silicon wafers, hingga perangkat yang dapat mensketsa sirkuit chip mikroskopik.

Menurut Yoshiaki Takayama, analis di Japan Institute for International Affairs, langkah ini akan menimbulkan dampak terhadap kemampuan China membuat cip canggih.

“Mengingat jumlah perusahaan yang memiliki kapasitas memproduksi cip-cip mutakhir ini sangat terbatas, langkah Jepang ini akan menyulitkan China, tidak saja untuk mengimpor cip canggih, tetapi juga untuk memproduksinya,” ujarnya.

Pada Oktober 2022 lalu, Amerika telah melarang ekspor sebagian microchip canggih dan teknologi manufaktur semikonduktor ke China. Belanda, yang juga produser utama semikonduktor, telah memberlakukan larangan ekspor yang sama.

Amerika mengatakan pihaknya ingin menghentikan China menggunakan teknologi itu untuk tujuan-tujuan militer.

Dalam KTT G7 di Jepang pada bulan Mei lalu, negara-negara sekutu menyepakati perlunya “menghilangkan risiko” potensi pemerasan ekonomi oleh China, dan sekaligus menghindari ketergantungan pada teknologi semikonduktor China.

“Jadi kapasitas produksi semikonduktor canggih China tidak akan lumpuh, setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah. Selain itu kemajuan ilmiah saat ini, sebagian besar akibat analisis dan simulasi data besar dibanding uji coba berulang-ulang. Jadi dengan keterbatasan akses pada semikonduktor canggih, dunia penelitian dan pengembangan ilmiah dan teknologi China tampaknya akan tertinggal jauh,” imbuh Takayama.

Jepang tidak menyebut China sebagai target pembatasan ekspornya, yang secara keseluruhan diberlakukan terhadap 160 negara. Namun China bereaksi keras atas kebijakan baru itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, “Dengan mengabaikan keprihatinan serius China, Jepang bersikeras membuat dan menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor yang jelas-jelas ditunjukan pada China.”

Sebagian analis khawatir China akan membalas tindakan Jepang itu.

Takayama melanjutkan, “China dapat mengambil langkah-langkah terhadap perusahaan-perusahaan Jepang secara individu, seperti dalam kasus sanksi terhadap pembuat cip Amerika – Micron. Atau China mungkin akan membatasi perdagangan produk-produk tertentu dengan Jepang.”

Para analis mengatakan bahwa sangat penting bagi sekutu-sekutu Barat untuk mengkoordinasikan kontrol ekspor mereka.

Amerika diperkirakan akan memperbarui daftar teknologi semikonduktor yang dilarang dalam beberapa minggu mendatang. [em/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com