Jangan Korbankan Pertumbuhan Ekonomi Demi Transisi Energi

oleh

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan para eksekutif industri minyak dan gas, Senin (26/6), mengatakan hidrokarbon atau energi fosil akan tetap menjadi bagian penting dari bauran energi Asia mengingat keterjangkauan dan keamanan energi tetap menjadi perhatian utama kawasan ini.

“Sebaliknya, Asia harus mengambil setiap kesempatan untuk melanjutkan dialog dan meneruskan tindakan seputar bagaimana kita dapat merencanakan secara bertanggung jawab untuk memungkinkan setiap negara (dalam) haknya menjalankan pembangunan dan aspirasi rendah karbon,” katanya.

Asia adalah rumah bagi beberapa penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia dan sejumlah negara telah membuat berbagai komitmen untuk menghapus bahan bakar fosil secara bertahap dan mempercepat transisi energi. Namun, sejalan dengan itu, negara berkembang juga menuntut dukungan keuangan yang memadai dari negara-negara maju dalam pengembangan energi hijau.

Bendungan PLTA Poso 1 yang didirikan di sungai outlet Danau Poso desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Selasa, (24/11/2020) (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Anwar mengatakan gas alam akan memainkan peran penting dalam bauran energi Malaysia, yang merupakan salah satu dari lima pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Seorang pekerja memompa bahan bakar di pom bensin perusahaan minyak milik negara PDVSA, di Caracas, Venezuela, 2 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Gaby Oraa)

Seorang pekerja memompa bahan bakar di pom bensin perusahaan minyak milik negara PDVSA, di Caracas, Venezuela, 2 Desember 2022. (Foto: REUTERS/Gaby Oraa)

Sumber: www.voaindonesia.com