Insiden Boeing 737 Max 9, FAA Desak Inspeksi Pesawat Boeing Model Lain

oleh

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) telah merekomendasikan agar maskapai penerbangan memeriksa semua penutup pintu pada pesawat Boeing 737-900 ER. Kebijakan itu dibuat dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap Boeing menyusul insiden pada Alaska Airlines bulan ini, ketika salah satu panel badan pesawatnya copot di tengah penerbangan sehingga memaksa dilakukannya pendaratan darurat.

Meski tidak ada korban jiwa atau korban luka berat dalam insiden pada 5 Januari itu, regulator AS melarang terbang 171 pesawat dari armada Boeing 737 MAX 9 dengan konfigurasi yang sama dengan pesawat yang mengalami insiden itu.

FAA mengatakan dalam sebuah pernyataan Minggu (21/1) malam bahwa pihak maskapai “didorong untuk melakukan inspeksi visual untuk memastikan penutup pintu itu tertahan dari pergerakan apa pun,” demikian juga pada pesawat 737-900ER.

Pesawat Boeing model 737-900er merupakan generasi yang lebih tua dibandingkan model MAX, namun FAA mengatakan bahwa kedua model tersebut memiliki “desain penutup pintu yang identik.”

Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan, “Kami mendukung penuh FAA dan pelanggan kami dalam tindakan ini.”

Pekan lalu, Boeing menunjuk seorang penasihat independen untuk memimpin “peninjauan kualitas secara komprehensif” terhadap sistemnya.

Panel penutup pintu yang copot pada pesawat Alaska Airlines digunakan untuk mengisi lubang pintu darurat yang tidak diperlukan di pesawat.

Penyelidik Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS berpendapat bahwa bagian tersebut tidak dipasang dengan benar.

FAA mengatakan akan mencabut larangan terbang bagi 737 MAX 9 setelah aspek keamanannya terjamin.

Baik Delta maupun Alaska Airlines tidak segera menanggapi permintaan wawancara dengan kantor berita AFP pada Senin (22/1).

Sementara itu, United Airlines mengatakan, “Kami memulai inspeksi proaktif terhadap pesawat Boeing 737-900ER kami minggu lalu dan berharap inspeksi tersebut akan selesai dalam beberapa hari ke depan tanpa mengganggu pelanggan kami.”

Insiden terbaru 737 MAX 9 adalah masalah keamanan penerbangan besar pertama yang terjadi pada pesawat Boeing sejak terjadinya dua kecelakaan fatal 737 MAX pada tahun 2018 dan pada tahun 2019, yang menyebabkan pesawat tersebut dilarang terbang selama hampir dua tahun.

FAA sejak itu mengatakan penyelidikannya akan meluas ke praktik manufaktur dan jalur produksi Boeing.

Pada Senin (22/1) sore, saham Boeing merosot 0,8%, sementara saham United Airlines turun 0,6%. [rd/br]

Sumber: www.voaindonesia.com