Inggris Bergabung dalam Perjanjian Perdagangan Asia Pasifik

oleh

Menteri Perdagangan Inggris Kemi Badenouch hari Minggu (16/7) menandatangani perjanjian untuk bergabung dalam perjanjian perdagangan Asia Pasifik, yang mencakup Jepang, Meksiko, dan Australia. Ia menggambarkan hal itu sebagai “berita sangat baik bagi Inggris.”

The Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) merupakan perjanjian dagang terbesar yang pernah diikuti Inggris sejak meninggalkan Uni Eropa tiga tahun lalu.

“Indo-Pasifik adalah asal sebagian besar pertumbuhan global… Pada sekitar tahun 2035, kami memperkirakan sekitar 50% pertumbuhan global akan berasal dari kawasan itu,” tambah Badenoch setelah menandatangani perjanjian tersebut di Auckland.

Pemerintah Inggris sebelumnya mengatakan keanggotaan itu akan mengurangi tarif produk susu dan barang-barang lain, serta menghapus birokrasi untuk urusan layanan. Hal-hal ini akan mendongkrak ekonomi Inggris hingga US$2,2 miliar.

Badenoch memuji perjanjian itu dengan mengatakan, perjanjian ini menunjukkan bahwa “Inggris bukan negara picik” setelah memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Desember 2020.

Inggris menjadi negara ke-12 yang menjadi anggota CPTPP. Sebelas negara lain sebelumnya adalah : Australia, Brunei Darussalam, Cili, Jepang, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, Singapura, Selandia Baru, dan Vietnam.

Keikutsertaan Inggris sebagai anggota baru merupakan yang pertama kali sejak kesepakatan ini dibuat tahun 2018. [em/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com