Inflasi di AS Melonjak Lebih dari Perkiraan

oleh

Inflasi barang-barang konsumsi di Amerika Serikat meningkat lebih dari yang diantisipasi pada Desember, data pemerintah pada Kamis menunjukkan itu, meskipun tekanan yang mendasarinya masih nampak akan surut.

Indeks harga konsumen dari Kementerian Tenaga Kerja, kunci pengukuran inflasi, naik 3,4 persen dari tahun lalu dan lebih tinggi dari angka pada November.

Namun, metrik inti yang menghapus harga makanan dan energi yang bergejolak, turun ke angka 3,9 persen pada bulan terakhir 2023.

Walaupun para analis tidak memperkirakan para pejabat Federal Reserve untuk mendasarkan penetapan suku bunga pada data satu bulan, naiknya inflasi bisa menambah tekanan kepada bank sentral.

Para pembuat kebijakan secara cepat meningkatkan suku bunga mulai awal 2022 dan mempertahankannya pada angka yang tinggi, berusaha menurunkan permintaan dan membuat inflasi lebih rendah secara berkelanjutan.

Tujuannya adalah menurunkan permintaan, dengan membuat keyakinan bahwa menyimpan lebih menarik daripada berbelanja.

Meskipun indeks harga konsumen naik pada Desember, inflasi telah turun secara signifikan dari 9,1 persen pada Juni 2022, sementara belanja konsumen dan pasar tenaga kerja tetap kuat.

Kondisi ini memunculkan harapan terhadap apa yang disebut sebagai soft landing bagi kekuatan ekonomi dunia terbesar itu, di mana inflasi turun tanpa resesi yang merusak.

Dari November hingga Desember, indeks harga konsumen naik 0,3 persen, yang berarti juga naik dari bulan sebelumnya. [ns/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com