IMF Setuju Cairkan US$800 Juta untuk Argentina

oleh

Dana Moneter Internasional (IMF) siap mencairkan dana sebesar hampir US$800 juta untuk Argentina.

Pembayaran dana, yang sangat dibutuhkan oleh negara itu, pada bulan Juni masih memerlukan persetujuan akhir dari dewan eksekutif IMF.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (13/5), para pejabat IMF mengatakan bahwa negara Amerika Latin itu telah membuat “kemajuan yang lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya dalam memulihkan stabilitas makroekonomi.”

“Hasil-hasil penting lainnya mencakup surplus fiskal triwulanan pertama dalam 16 tahun.” Juga “inflasi yang turun dengan cepat, perubahan dalam cadangan devisa, dan spread sovereign yang mendekati level terendah dalam beberapa tahun.”

Pembayaran sebesar US$792 juta itu merupakan bagian dari pinjaman sebesar US$43 miliar, yang pada dasarnya merupakan dukungan untuk langkah-langkah penghematan yang diberlakukan di Argentina oleh presidennya yang beraliran liberal, Javier Milei.

Dalam pidato pengukuhannya, Milei mengatakan kepada rakyat Argentina, “Tidak ada alternatif lain selain penyesuaian yang mengejutkan… Tidak ada uang.”

Meskipun langkah presiden tersebut sangat bagus untuk kondisi ekonomi makro, langkah-langkah penghematan yang ia terapkan sangat berat bagi rakyat kebanyakan, terutama rakyat miskin dan kelas menengah.

Langkah-langkah penghematan yang dilakukan Milei mencakup penghapusan ribuan pekerjaan pemerintah, pemotongan gaji sektor publik, pemotongan subsidi dan pembekuan proyek-proyek pekerjaan umum.

Milei mulai menjabat pada bulan Desember lalu. Pada Januari, Universitas Katolik Argentina merilis sebuah laporan yang mengindikasikan bahwa 57,4% populasi negara Amerika Latin itu hidup dalam kemiskinan. Tingginya angka kemiskinan tersebut, menurut penelitian universitas tersebut, sebagian disebabkan oleh devaluasi mata uang peso, sebuah langkah yang diambil oleh Milei tidak lama setelah ia dilantik.

Tak lama setelah dilantik, Milei berkata, “Selama beberapa bulan, kita akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.”

Pada bulan Maret, tingkat inflasi Argentina mencapai 287%, salah satu yang tertinggi di dunia, salah satu faktor lain yang berkontribusi pada tingginya tingkat kemiskinan. Tingkat inflasi sekarang bergerak perlahan-lahan ke bawah.

Warga Argentina dalam beberapa bulan terakhir bepergian dengan membawa banyak uang tunai untuk membayar barang-barang kebutuhan pokok, menurut laporan The Associated Press, karena para penjual saat ini lebih menyukai pembayaran tunai. Penerbitan uang kertas baru diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. [em/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com