Gen Z Populerkan Teh Boba di AS

oleh

Teh Boba kini mudah ditemukan di Amerika Serikat. Di Pasadena, California, contohnya, ada puluhan toko atau kedai yang menawarkan minuman ini. Karena begitu populernya, kota ini bahkan membuat daftar 30 toko teh boba yang layak dikunjungi.

Teh boba atau disebut juga bubble tea atau teh gelembung, biasanya terdiri dari teh hitam, susu, gumpalan tapioka berbagai rasa. Di Amerika, minuman ini sangat populer di kalangan generasi Z.

Banyak pakar berpendapat generasi ini memiliki selera petualang dan kecintaan terhadap pengalaman baru, sehingga mendorong semakin populernya teh boba.

Menurut survei konsumen CLSA (Credit Lyonnais Securities Asia) baru-baru ini, 94 persen dari mereka yang berusia antara 20 dan 29 tahun membeli teh boba dalam tiga bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan Bloomberg Juni lalu.

Adonis Chan, seorang pengusaha teh boba, di Pasadena, mengakui popularitas teh boba yang melonjak. “Jumlahnya meningkat pesat dari sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, dan sejak saat itu, tentu saja boba adalah minuman yang sangat populer. Menurut ingatan saya, sekitar empat atau lima tahun yang lalu, tidak ada teh boba di Amerika. Tidak banyak toko teh boba. Saat ini teh boba sedang booming. Banyak toko teh boba yang beraneka jenis dibuka,” jelasnya.

Toko Real Fruit Bubble Tea di pusat perbelanjaan Westfield Garden State Plaza, Paramus, New Jersey, 17 Desember 2022. (AP Photo/Ted Shaffrey)

Chan mengatakan, salah satu alasan meningkatnya permintaan terhadap minuman ini adalah penyesuaiannya. Teh boba di Amerika, menurutnya, tidak setradional yang ada di Asia. Minuman tersebut kini tidak sekadar tersusun dari teh hitam, susu, dan gumpalan tapioka tapi juga ditambahkan dengan rasa buah seperti mangga, leci, atau persik.

Selain gumpalan tapioka kecil, pelanggan di Amerika dapat memilih popping boba (gumpalan tapioka berisi jus buah yang dapat meletus saat dikunyah), jeli leci, atau potongan lidah buaya untuk daya tarik teksturnya. Tambahan unik lainnya adalah busa keju, mirip dengan busa pada minuman latte.

Dalam upaya untuk melayani konsumen yang sadar kesehatan, banyak pemilik toko kini juga menawarkan pilihan teh boba tanpa susu sapi dengan pemanis bebas gula.

Motah Fard, seorang penggemar teh boba di Pasedena, mengungkapkan, “Saya suka boba karena Anda bisa memilih tingkat kemanisannya, dan saya suka rasanya. Yang paling saya suka dari minuman ini adalah seperti ada bola-bola di dalamnya dan bisa diletuskan. Saya sangat menyukainya.”

Abhishek Vanamali, seorang penggemar lainnya di Pasadena, mengaku suka minuman itu karena menawarkan berbagai rasa,”Saya kira, rasa kenyal ketika mengunyah boba yang membuat minuman ini menarik. Saya selalu menaruh jeli leci di atasnya, yang juga kenyal. Jadi minuman itu lebih dari sekadar minuman, tapi makanan yang dikunyah.”

Menurut Fortune Business Report, bisnis teh boba dunia bernilai $2,02 miliar pada tahun 2019, dan pada tahun 2027, pangsa pasar globalnya diperkirakan akan mencapai $3,39 miliar.[ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com