Ekonomi Jadi Isu Penting Bagi Pemilih AS

oleh

Joe Biden berkampanye tentang investasi teknologi minggu ini di negara bagian Midwest, Wisconsin, di mana Microsoft menghabiskan $3,3 miliar untuk membangun pusat data baru. Biden menyebut hal itu sebagai “contoh lain dari optimisme sektor swasta.

“Sejauh ini kami telah menanamkan $866 miliar dalam investasi sektor swasta di seluruh negara ini, hampir $1 triliun dolar, jumlah yang bersejarah untuk waktu singkat. Hal ini benar-benar menciptakan ratusan ribu lapangan kerja, membangun pabrik-pabrik semikonduktor, pabrik mobil listrik dan batere yang baru; dan banyak lainnya. Semuanya di Amerika,” ujar Biden.

Lokasi pusat data Microsoft yang baru adalah tempat yang sama di mana enam tahun lalu Donald Trump mengumumkan investasi produsen elektronik Foxconn senilai $10 miliar.

Presiden Donald Trump, tengah, bersama Gubernur Wisconsin Scott Walker, kiri, dan Ketua Foxconn Terry Gou berpartisipasi dalam acara peletakan batu pertama fasilitas Foxconn baru di Wisconsin. (Foto: AP)

Kompleks Foxconn itu sedianya menciptakan 13.000 lapangan kerja baru bagi Wisconsin. Namun, kompleks tersebut tidak pernah dibangun. Biden menyebutnya sebagai janji yang diingkari Trump.

“Bahkan, dia datang ke sini bersama Senator Anda Ron Johnson, yang secara harfiah memegang sekop emas, berjanji untuk membangun keajaiban dunia yang kedelapan. Apa dia bercanda? Lihat apa yang terjadi. Mereka menggali lubang dengan sekop emas itu, dan kemudian mereka terjatuh ke dalamnya,” ujar Biden.

Trump mengatakan Biden salah urus ekonomi AS, dengan merujuk pada kenaikan inflasi tahunan.

“Perekonomian tidak berjalan dengan baik. Kita lihat ada inflasi yang sudah melewati batas. Mereka (Biden.red) tidak akan dapat menurunkan suku bunga. Ini cukup politis, tetapi akan sangat buruk jika mereka melakukannya,” tukas Trump.

Trump juga berkampanye mengecam pengeluaran untuk infrastruktur, termasuk untuk teknologi dan energi bersih.

“Dan setelah menjabat, saya akan memberlakukan moratorium segera untuk semua hibah dan hadiah pengeluaran baru di bawah undang-undang sosialis raksasa Joe Biden seperti yang disebut Undang-Undang Pengurangan Inflasi. Kita akan menghemat semua uang itu,” kata Trump.

Biden mengatakan bahwa belanja infrastruktur membantu perekonomian AS.

“Selain itu, jalan raya dan jalan tol serta banyak lagi yang akan dibuat dengan produk Amerika, dibangun oleh pekerja Amerika, menciptakan lapangan kerja Amerika dengan gaji yang baik,” kata Biden.

Trump mengatakan rencananya untuk menciptakan lapangan kerja, mencakup mencabut batasan pengeboran minyak dan melindungi pekerja AS dari tenaga kerja imigran ilegal.

“Apa rencana saya untuk menciptakan lapangan pekerjaan? Ya, rencana saya adalah mengebor, mengebor, menurunkan energi, menutup perbatasan, menyingkirkan semua penjahat yang diizinkan masuk ke negara kita,” kata Trump.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Harvard CAPS-Harris pada bulan menunjukkan bahwa inflasi merupakan isu yang paling penting bagi para pemilih AS. Sementara hanya satu dari tiga orang yang disurvei mengatakan ekonomi berada di jalur yang benar. [em/ah]

Sumber: www.voaindonesia.com