Chevron Tutup Sementara Anjungan Gas Alam Lepas Pantainya atas Permintaan Israel

oleh

Perusahaan energi raksasa asal AS, Chevron, pada hari Senin (9/10), mengatakan pihaknya telah menghentikan sementara operasinya di anjungan gas alam lepas pantai Israel, atas permintaan pemerintah Israel setelah serangan dadakan Hamas ke negara itu akhir pekan lalu.

“Chevron Mediterranean Limited diinstruksikan oleh Kementerian Energi Israel untuk menghentikan produksi di Anjungan Produksi Tamar,” kata salah seorang juru bicara perusahaan.

Perusahaan itu menambahkan bahwa pihaknya terus memasok pelanggan di Israel dan kawasan dari Anjungan Produksi Leviathan.

Keputusan itu diambil ketika pertempuran antara Israel dan Hamas memasuki hari ketiga, di mana sedikitnya 700 orang tewas di pihak Israel dan 560 orang tewas di Jalur Gaza.

Pada 2021, Chevron juga diminta pemerintah Israel untuk menghentikan operasinya di Tamar selama terjadinya gelombang kerusuhan.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan personel kami, masyarakat di tempat kami beroperasi, lingkungan dan fasilitas kami,” ungkap Chevron.

Dalam pernyataan terpisah, kementerian energi Israel mengatakan: “Karena situasi ini, pihak keamanan memerintahkan untuk menghentikan sementara pasokan gas alam dari waduk Tamar.” [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com