Biden Sebut Perekonomian AS Bangkit Berkat UU Pengurangan Inflasi

oleh

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa pemerintahannya telah berhasil “membalikkan keadaan” perekonomian AS berkat disahkannya undang-undang tentang iklim, layanan kesehatan dan perpajakan tahun lalu. Ia mengklaim, selain investasi lapangan kerja di industri hijau, undang-undang tersebut juga memberi masyarakat “lebih banyak ruang bernapas” untuk mengatasi harga kebutuhan pokok.

“Kita tidak meninggalkan siapa pun,” kata Biden di Ruang Timur Gedung Putih, yang dipadati anggota kongres, pegiat dan orang-orang yang menerima manfaat kebijakan ekonominya. “Kita berinvestasi di seantero Amerika – di pedalaman, dari pantai (timur) ke pantai (barat).”

Pidato pada peringatan satu tahun UU Pengurangan Inflasi itu disampaikan ketika Gedung Putih meningkatkan upaya untuk menggambarkan dampak nyata dari rencana ekonomi Biden.

Dalam acara di Gedung Putih pada Rabu (16/8), Biden berdiri bersama sejumlah orang, dari anggota serikat kerja, pebisnis UKM hingga konsumen, yang disebut Gedung Putih merasa terbantu oleh undang-undang tersebut.

Undang-undang menyeluruh itu, bersama dengan undang-undang infrastruktur dan undang-undang peningkatan produksi cip semikonduktor, merupakan inti dari “Bidenomics,” konsep ekonomi yang diusung Biden. Gedung Putih dengan gencar mempromosikan konsep tersebut demi meningkatkan dukungan pemilih menjelang pencapresannya kembali tahun depan.

Gedung Putih berusaha keras menghubungkan agenda perekonomiannya yang populer dengan Biden yang tidak populer di mata pemilih, mengingat sebagian besar responden dalam sejumlah survei tidak puas dengan kinerja Biden dalam menangani perekonomian, meskipun kondisi ekonomi AS cenderung membaik.

Tingkat inflasi telah mendingin selama setahun terakhir menjadi 3,2 persen per tahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja juga tetap solid. Perekonomian AS juga berhasil menghindari resesi, yang disebut analis amat dibutuhkan untuk bisa menurunkan harga. Pada Selasa (15/8), Biro Sensus melaporkan bahwa angka penjualan ritel naik 3,2 persen dalam 12 bulan terakhir.

Akan tetapi, bukti menguatnya pereknomian AS itu tidak membuat dukungan politik bagi Biden menguat. Biden sendiri sibuk berkeliling AS selama beberapa minggu terakhir. Ia menekankan bahwa investasi senilai sekitar $500 miliar yang dikucurkan perusahaan swasta merupakan bukti keberhasilan kebijakannya. [rd/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com