Biden Beri Hibah untuk Tingkatkan Produksi Baterai AS

oleh

Pemerintahan Presiden Joe Biden, pada Rabu (19/10), memberikan hibah senilai $2,8 miliar untuk membangun dan memperluas produksi baterai di dalam negeri untuk kendaraan listrik di 12 negara bagian.

Sebanyak 20 perusahaan akan menerima hibah untuk sejumlah proyek agar dapat mengekstrak dan memproses lithium, grafit dan bahan baterai lainnya, memproduksi komponen dan memperkuat pasokan mineral AS yang kritis.

“Ini sangat penting karena masa depan kendaraan adalah yang bertenaga listrik,” kata Presiden Joe Biden, tetapi baterai adalah bagian penting dari kendaraan listrik itu dan “75 persen dari pembuatan baterai itu diproduksi di China.”

Pengumuman itu disampaikan ketika pemerintah AS tengah berusaha untuk meningkatkan produksi dan penjualan kendaraan listrik sebagai bagian penting dari strategi Biden untuk memperlambat perubahan iklim dan membangun manufaktur AS.

Biden telah berjanji untuk meningkatkan produksi lithium dan mineral penting lainnya. Undang-undang iklim dan perawatan kesehatan yang disahkan pada Agustus lalu mencakup beberapa ketentuan untuk meningkatkan kendaraan listrik, termasuk pengurangan pajak untuk pembeli kendaraan listrik hingga $ 7.500.

Menteri Energi Jennifer Granholm, yang mengumumkan kompetisi untuk memperoleh hibah tersebut pada bulan Mei, menyebut pengumuman pendanaan itu sebagai berita “besar” yang akan memperluas manufaktur baterai buatan Amerika untuk EV dan jaringan listrik.

Proyek yang didanai di bawah hibah ini akan “membuat bahan dan komponen baterai di dalam negeri yang saat ini diimpor AS dari negara lain seperti China,” ujarnya. [my/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com