Bank Sentral Eropa Bekukan Kembali Biaya Pinjaman

oleh

Bank Sentral Eropa kembali membekukan biaya pinjaman pada Kamis dan memperingatkan bahwa upaya melawan inflasi belum berakhir, sehingga menghilangkan harapan investor akan ada penurunan suku bunga lebih awal pada tahun depan.

Seperti yang diharapkan, ECB menggunakan pertemuan terakhirnya tahun ini untuk mempertahankan suku bunganya untuk kedua kalinya berturut-turut.

Jeda ini menyebabkan suku bunga deposito mencapai rekor tertinggi sebesar empat persen, menyusul serangkaian kenaikan bersejarah untuk mengendalikan harga yang tidak terkendali.

Suku bunga berada pada tingkat yang jika “dipertahankan dalam jangka waktu yang cukup lama” akan memberikan “kontribusi besar” untuk membawa inflasi kembali ke target dua persen, kata lembaga Frankfurt.

Inflasi zona euro melambat lebih cepat dari perkiraan pada November ke level terendah dalam dua tahun sebesar 2,4 persen, setelah mencapai puncaknya pada sekitar 10 persen tahun lalu.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada konferensi pers di Frankfurt am Main, Jerman bagian barat, 14 Desember 2023. (Daniel ROLAND / AFP)

Namun Presiden ECB Christine Lagarde memperingatkan agar tidak mengumumkan sukses terlalu cepat. “Meskipun inflasi telah turun dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan akan meningkat lagi dalam waktu dekat,” kata Lagarde, seiring dengan dihapuskannya langkah-langkah dukungan yang diperkenalkan oleh banyak negara pada tahun lalu, sebagai respons terhadap melonjaknya harga energi.

Meningkatnya upah dan kemungkinan dampak konflik di Timur Tengah juga dapat menimbulkan risiko terhadap inflasi, tambahnya. “Kita seharusnya tidak menurunkan kewaspadaan,” kata Lagarde kepada wartawan.

“Antara menaikkan dan menurunkan suku bunga, ada tingkat bunga yang harus kita pertahankan,” tambahnya.

Peringatan ini muncul, setelah penurunan inflasi baru-baru ini dan gambaran ekonomi yang semakin suram, membuat investor bertaruh bahwa ECB akan mulai menurunkan suku bunga lebih awal dari perkiraan sebelumnya pada 2024.

Meskipun banyak analis pada awalnya memperkirakan ECB akan mulai memangkas suku bunga pada Juni, kini sejumlah analis memperkirakan penurunan suku bunga pertama akan dilakukan pada Maret atau April. Namun Lagarde mengatakan para gubernur tidak “membahas penurunan suku bunga sama sekali”.

Penolakan ini sangat kontras dengan pernyataan Federal Reserve AS pada Rabu yang memperkirakan akan melakukan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun depan.

Namun Bank of England, mencerminkan kehati-hatian ECB pada hari Kamis.
Mereka membiarkan suku bunga utamanya tidak berubah, sebesar 5,25 persen, dan memperingatkan bahwa suku bunga akan tetap tinggi “untuk jangka waktu yang lama” untuk mengatasi inflasi yang membandel. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com