AS Ambil Alih Bank Ketiga yang Bangkrut dalam Dua Bulan

oleh

Regulator keuangan Amerika telah mengambil alih First Republic Bank yang bermasalah, dan menjual aset-asetnya pada JPMorgan Chase Bank. Ini merupakan kegagalan bank besar ketiga di Amerika dalam dua bulan terakhir.

Dalam pernyataan Senin pagi (1/5), Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengatakan semua deposan First Republic Bank yang berkantor di San Fransisco akan menjadi pelanggan JPMorgan dan memiliki akses langsung dan penuh pada uang mereka.

Berdasarkan kesepakatan itu, JPMorgan mengakuisisi “secara substansial semua” aset First Republic Bank, dan setuju untuk bertanggungjawab atas simpanannya, termasuk simpanan yang berada di atas batas asuransi federal sebear US$250.000 per rekening.

First Republic Bank memiliki aset sekitar US$229,1 miliar dan deposito US$103,9 miliar.

Tetapi dalam sebuah pernyataan, JPMorgan mengatakan pihaknya tidak akan menanggung utang perusahaan atau saham preferen First Republic Bank.

Walhasil kegagalan First Republic Bank diperkirakan akan merugikan FDIC sekitar US$13 miliar, kata agensi itu. Uang itu akan berasal dari dana asuransi simpanan FDIC, yang disumbangkan oleh bank-bank yang diasuransikan itu setiap tiga bulan.

First Republic Ikuti Jejak Silicon Valley & Signature Bank

Penutupan dan penjualan First Republic Bank terjadi tujuh minggu setelah penutupan mendadak Silicon Valley Bank di California dan Signature Bank di New York pada bulan Maret lalu, yang merupakan tiga dari empat kegagalan bank terbesar di Amerika setelah pailitnya Washington Mutual tahun 2008.

Kegagalan beberapa bank itu baru-baru ini merupakan akibat keputusan investasi keuangan yang buruk oleh manajer bank, dan penarikan uang oleh deposan secara tajam.

Di First Republic Bank, dalam beberapa minggu terakhir ini para deposan telah menarik lebih dari US$100 miliar.

Biden Yakinkah Kondisi Perbankan AS Tetap Sehat

Berbicara di Gedung Putih, Presiden Joe Biden memastikan bahwa kondisi perbankan Amerika tetap sehat. “Langkah pengambilalihan (First Republic Bank) bertujuan untuk memastikan bahwa sistem perbankan Amerika sehat. Ini mencakup upaya melindungi UKM di seluruh Amerika yang harus membayar pekerja dan operasi usaha kecil mereka.”

JPMorgan: Tak Ada Jaminan Bank-Bank Lain Tak Akan Gagal

Kepala Eksekutif JPMorgan Jamie Dimon mengatakan kepada para analis keuangan, tidak ada jaminan bahwa bank-bank lain tidak akan gagal. Tetapi yakin bahwa keadaan darurat itu akan dapat segera diselesaikan, dan bahwa sistem perbankan Amerika tetap sehat.

“Bagian dari krisis ini sudah berakhir,” ujar Dimon. Ia mengakui, bagaimana pun juga, ketika suku bunga terus meningkat, ekonomi Amerika – yang terbesar di dunia – dapat menghadapi lebih banyak kesulitan. “Mudah-mudahan masyarkaat mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.

Sebelum pengambilalihan First Republic Bank, JPMorgan Chase merupakan bank terbesar di Amerika dengan deposito pada akhir Maret lalu mencapai US$2,4 triliun. Pasca kegagalan dua bank bulan Maret lalu, JPMorgan Chase mengatakan menerima sekitar US$50 miliar dalam bentuk simpanan baru dari orang-orang yang khawatir dengan nasib uang mereka di bank-bank yang lebih kecil. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com