Angka Harapan Hidup di AS Naik, Namun Masih Tidak Sebaik Sebelum Pandemi

oleh

Peningkatan angka harapan hidup pada tahun 2022 terutama disebabkan oleh pandemi yang mereda, kata para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Meski terjadi peningkatan yang besar, angka harapan hidup di Amerika hanya kembali ke 77 tahun, enam bulan, hampir sama dengan dua dekade lalu.

Mark Hayward dari University of Texas, menjelaskan, “Kesimpulan utama yang dapat diambil adalah bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 jauh lebih sedikit, dan ini tercatat dalam statistik kematian. Pada saat yang sama, penyakit ini masih mematikan dan kita masih belum kembali ke tingkat sebelum adanya COVID. Jadi kita tidak boleh berangan-angan bahwa COVID bukanlah faktor risiko kematian di AS. Tetap saja itu masih merupakan hambatan. Dan kita masih sekitar satu tahun lagi dari tingkat harapan hidup sebelum pandemi.”

Angka harapan hidup adalah perkiraan rata-rata lama hidup bayi yang lahir pada suatu tahun tertentu, dengan asumsi angka kematian pada waktu tersebut tetap. Angka ini adalah salah satu ukuran kesehatan penduduk AS yang paling penting.

Selama beberapa dekade, angka harapan hidup di Amerika meningkat sedikit setiap tahunnya. Namun sekitar satu dekade yang lalu, tren tersebut mendatar dan bahkan menurun dalam beberapa tahun terakhir, sebuah kemunduran yang sebagian besar disebabkan oleh kematian akibat overdosis dan bunuh diri.

Lalu muncullah virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 1,1 juta orang di AS sejak awal tahun 2020. Ukuran umur panjang di Amerika merosot, turun dari 78 tahun, 10 bulan pada tahun 2019 menjadi 77 tahun pada tahun 2020, dan kemudian menjadi 76 tahun, lima bulan, pada tahun 2021.

“Kita mengalami penurunan angka harapan hidup karena banyak kematian akibat COVID-19 tidak hanya terjadi pada usia tua, yang tentu saja mempengaruhi harapan hidup, namun juga terjadi pada usia yang lebih muda, sehingga menghilangkan orang-orang yang berpotensi memiliki hidup panjang,” imbuhnya.

Menurut laporan terpisah dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), angka harapan hidup memang menurun di sebagian besar negara maju selama pandemi, dan, yang memprihatinkan, AS membukukan yang terburuk. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com