Alkitab Tertua di Dunia Mungkin Bisa Terjual Hingga US$50 Juta di Rumah Lelang Sotheby

oleh

Alkitab Ibrani tertua dan terlengkap di dunia akan dipajang di London mulai bulan Maret sebelum dilelang pada bulan Mei mendatang. Alkitab tertua itu kemungkinan dapat terjual hinggal 50 juta dolar, menurut rumah lelang Sotheby.

Seandainya kitab suci berusia 1.000 tahun itu terjual mendekati 50 juta dolar, The Codex Sassoon (Alkitab Ibrani kuno) itu akan menjadi dokumen sejarah termahal yang pernah terjual di pelelangan, menurut rumah lelang Sotheby.

Investor milyarder Kenneth Griffin mencetak rekor pada tahun 2021 ketika ia membeli salinan edisi pertama dokumen Konstitusi Amerika seharga 43,2 juta dollar.
Kepada Reuters, Sharon Liberman Mintz, konsultan senior Naskah Kuno Yahudi dan Ibrani di rumah lelang Sotheby memperlihatkan halaman Alkitab tertua itu.

“Dalam halaman ini, tertera teks Sepuluh Perintah Tuhan. Bagian itu dimulai dari kolom ini yang berbunyi, Sayalah Tuhan Allahmu. Teks itu dilanjutkan dengan ingat dan kuduskan hari Sabath, terus ke kolom berikut, hormatilah ayah dan ibumu, dan seterusnya,” jelasnya.

Alkitab tertua yang terdiri dari kumpulan naskah kuno itu disebut “The Codex Sassoon” sesuai dengan nama pemilik sebelumnya, David Solomon Sassoon. Ia membeli Alkitab tertua itu pada tahun 1929 dan membuat salah satu koleksi pribadi paling signifikan abad ke-20, yang terdiri dari naskah kuno Yahudi dan Ibrani.
Dokumen itu memberikan tautan penting yang menghubungkan tradisi lisan Yahudi dengan Alkitab Ibrani modern.

Sharon mengungkapkan, “Dapat membuka kitab dan membaca teks Sabda Tuhan, ribuan tahun setelah buku ditulis adalah sangat menakjubkan. Menyadari bahwa kitab ini sudah diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya dan dikoleksi oleh dua orang kolektor hebat pada abad 20, adalah hal yang sangat mengetarkan. Alkitab ini dibeli dan muncul kembali pada abad ke-20 ketika David Solomon Sassoon membelinya pada tahun 1929 dan kini dimiliki oleh Jacqui Safra yang membelinya pada tahun 1989 lewat rumah lelang Sotheby.”

The Codex Sassoon, dipajang di Sotheby’s, New York City, AS, 15 Februari 2023. Alkitab Ibrani tertua dan terlengkap yang pernah ditemukan ini diperkirakan akan terjual antara $30 juta dan $50 juta. (REUTERS/Brendan McDermid)

Jacqui Safra, seorang kolektor yang kini memiliki Alkitab kuno itu melakukan penanggalan karbon dan memastikan bahwa usia Alkitab tersebut lebih tua daripada the Aleppo Codex dan the Leningrad Codex, dua Alkitab Ibrani utama dari masa awal, menurut rumah lelang Sotheby.

Sotheby mengatakan, the Codex Sassoon diperkirakan berasal dari abad 9 akhir atau awal abad 10 secara ilmiah dan paleografis serta mengandung hampir keseluruhan isi Alkitab.

“Alkitab ini sangat penting karena mengandung catatan yang ditulis oleh para masoret antara abad ke-7 dan abad ke-9. Catatan-catatan ini, yang merupakan standar teks Alkitab ada di bagian atas dan bawah teks, juga di antara kolom-kolom di halaman itu. Ini merupakan salah satu dari dokumen paling awal dan merupakan Alkitab Ibrani hampir terlengkap dari tahun 900,” lanjut Sharon.

Kopi naskah Alkitab tertua yang pernah ditemukan adalah Gulungan Naskah Laut Mati yang ditemukan di dalam gua pada tahun 1947. Publik akan dapat melihat the codex atau manuskrip kuno dalam bentuk kitab itu untuk kali pertama dalam 40 tahun di London pada awal Maret. Alkitab kuno tersebut lalu akan dipamerkan di Tel Aviv, Dallas, Los Angeles dan di New York pada bulan Mei mendatang. [lj/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com